<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DuniaKedokteran.com&#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://duniakedokteran.com/category/umum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniakedokteran.com</link>
	<description>Informasi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 03:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Flu Babi (H1N1)</title>
		<link>http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1</link>
		<comments>http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 03:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dody</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[cdc]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[h1n1]]></category>
		<category><![CDATA[influenza]]></category>
		<category><![CDATA[pandemik]]></category>
		<category><![CDATA[swine flu]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakedokteran.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[H1N1 yang sering disebut flu babi adalah sebuah virus influenza baru yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apakah itu Flu Babi (H1N1)?</strong></p>
<p>H1N1 yang sering disebut flu babi adalah sebuah virus influenza baru yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Virus baru ini dideteksi pada manusia sekitar bulan April 2009. Virus ini menyebar dari orang ke orang di seluruh dunia, kemungkinan dengan cara yang sama dengan influenza musiman yang biasa terjangkit. Pada tanggal 11 Juni 2009, WHO memberi sinyal bahwa wabah pandemik H1N1 2009 telah berlangsung.</p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><strong><strong><a rel="attachment wp-att-64" href="http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1/attachment/h1n1_influenza_virus"><img class="size-thumbnail wp-image-64" title="Virus H1N1 Influenza " src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/12/H1N1_influenza_virus-150x150.jpg" alt="Virus H1N1 Influenza " width="150" height="150" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Virus H1N1 Influenza </p></div>
<p><strong>Kenapa H1N1 disebut dengan Flu Babi?</strong></p>
<p>Virus ini semulanya disebut sebagai &#8220;flu babi&#8221; karena percobaan laboratorium menunjukkan bahwa banyak dari gen dari virus baru ini sangat mirip dengan virus influenza yang biasa terjangkit pada babi di Amerika Utara. Namun penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa virus ini sangat berbeda dengan virus  yang normalnya beredar pada babi-babi di Amerika Utara tersebut. Virus ini ternyata hanya memiliki dua gen dari virus flu yang beredar pada babi-babi Amerika Utara dan juga memiliki ge yang mirip dengan gen burung (avian) serta gen manusia. Para peneliti menyebutnya sebagai virus &#8220;quadruple reassortant&#8221;.</p>
<p><strong>Apakah H1N1 menular?</strong></p>
<p>H1N1 menular dan menyebar dari manusia ke manusia.</p>
<p><strong>Bagaimana H1N1 menyebar?</strong></p>
<p>Penyebaran virus H1N1 diperkirakan berlangsng dengan cara yang sama dengan virus flu musiman biasa. Virus flu disebarkan melalui batuk dan bersin oleh penderita influenza. Kadangkala orang dapat terinfeksi dengan menyentuh sesuatu (seperti permukaan atau benda-benda) yang mempunyai virus flu yang menempel lalu menyentuh hidung atau mulutnya sendiri.</p>
<p><strong>Apakah penderita dapat terkena H1N1 lebih dari satu kali?</strong></p>
<p>Apabila terinfeksi dengan virus influenza jenis apapun, akan menyebabkan tubuh anda mengembangkan resistensi imun (kekebalan) terhadap virus tersebut sehingga tidak menyebabkan seseorang terinfeksi dengan virus influenza identik lebih dari satu kali. Namun, seseorang dengan sistem imun yang lemah dapat saja tidak mampu mengembangkan resistensi imun yang lengkap terhadap virus sehingga dapat terinfeksi virus influenza jenis yang sama lebih dari satu kali. Juga memungkinkan bahwa seseorang dapat meiliki hasil tes positif terhadap infeksi flu lebih dari sekali dalam suatu musim influenza. Hal ini dapat terjadi karena:</p>
<p>1. Seseorang terinfeksi dengan virus influenza yang berbeda, contohnya pertama kali dengan H1N1 dan kedua kali dengan virus influenza musiman biasa. Sebagian besar tes yang dilakukan dengan cepat (rapid testing) tidak dapat membedakan virus influenza yang mana yang bertanggung jawab menimbulkan penyakit.</p>
<p>2. Tes influenza kadangkala dapat memberikan hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga mungkin saja salah satu hasil tes adalah keliru. Hal ini lebih mungkin terjadi apabila diagnosis dibuat dengan tes flu yang cepat (rapid).</p>
<p><strong>Apakah tanda dan gejala dari virus pada manusia?</strong></p>
<p>Gejala virus H1N1 pada manusia seperti gejala influenza biasa termasuk demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung meler, nyeri pada seluruh tubuh, nyeri kepala, menggigil dan kelelahan. Beberapa orang dapat menderita muntah dan diare. Orang-orang juga dapat terinfeksi dengan gejala pernafasan tanpa adanya demam. Penyakit yang berat dan kematian juga dapat terjadi sebagai hasil dari penyakit akibat virus ini.</p>
<p><strong>Seberapa parahkah penyakit yang berkaitan dengan virus H1N1 ini?</strong></p>
<p>Penyakit akibat virus ini dapat berkisar pada gejala ringan sampai berat. Walaupun sebagian besar penderita dapat pulih tanpa perlunya penanganan medis, namun perawatan dan kematian akibat infeksi virus ini juga dapat terjadi.</p>
<p>Pada flu musiman, beberapa orang beresiko tinggi terhadap komplikasi yang serius. Kelompok orang ini adalah orang berusia 65 tahun atau lebih tua, anak-anak di bawah umur 5 tahun , wanita hamil dan orang-orang dengan kondisi medis yang kronis. Sebanyak 70% dari orang-orang yang dirawat akibat virus H1N1 ini telah memiliki satu atau lebih kondisi medis sebelumnya yang menyebabkan mereka termasuk kelompok resiko tinggi komplikasi. Hal ini termasuk kehamilan, diabetes, penyakit jantung, asma dan penyakit ginjal.</p>
<p><strong>Berapa lama seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virusnya kepadao rang lain?</strong></p>
<p>Sesorang yang trinfeksi dapat menularkan kepada orang lain mulai dari 1 hari sebelum timbul gejala penyakit sampai 5-7 hari setelahnya. Hal ini dapat menjadi lebih lama pada beberapa orang, terutama anak-anak dan orang dengan sistem imun yang lemah dan juga orang-orang yang terinfeksi virus H1N1 jenis baru.</p>
<p><strong>Apa yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri dari penyakit ini?</strong></p>
<p>Vaksin flu adalah salah satu upaya penting menghindari infeksi virus ini. Terdapat pula kebiasaan harian yang dapat membantu anda menghindari penularan.</p>
<ul>
<li>Tutup hidung dan mulut anda dengan tisu saat batuk atau bersin. Buang tisu ke tong sampah setelah anda menggunakannya.</li>
<li>Cuci tangan anda dengan sabun dan air sesering mungkin. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang berbasis alkohol.</li>
<li>Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Kuman mudah menyebar dengan cara ini.</li>
<li>Upayakan menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit.</li>
<li>Apabila anda menderita penyakit yang menyerupai flu, direkomdasikan bahwa anda menetap di rumah paling tidak selama 24 jam setelah demamnya hilang kecuali untuk memperoleh bantuan medis ataupun keperluan mendesak lainnya. Demam anda akan hilang tanpa penggunaan obat penurun panas. Jauhi orang lain sebaik mungkin untuk mencegah mereka terkena penyakit.</li>
</ul>
<p><strong>Berapa lama virus influenza dapat hidup di benda-benda (seperti buku atau benda lain)?</strong></p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa virus hidup sampai dengan 2 hingga 8 jam setelah menempel di permukaan suatu benda.</p>
<p><strong>Apa yang dapat membunuh virus influenza?</strong></p>
<p>Virus H1N1 dihancurkan oleh panas (75-100 Celcius). Beberapa pembunuh kuman seperti Klorin, Hidrogen Peroksida, deterjen (sabun), antiseptik berbasis Yodium dan alkohol adalah efektif melawan virus influenza manusia jika digunakan dalam konsentrasi yang cukup dan dalam waktu yang cukup.</p>
<p>(Disadur dari <a title="http://www.cdc.gov" href="http://www.cdc.gov" target="_blank">Centers of Disease Control and Prevention</a>)</p>
<p>DuniaKedokteran.com</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filariasis (Kaki Gajah)</title>
		<link>http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah</link>
		<comments>http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 03:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dody</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cacing]]></category>
		<category><![CDATA[filariasis]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kaki gajah]]></category>
		<category><![CDATA[parasit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakedokteran.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Filariasis (kaki gajah) adalah nama sekelompok penyakit tropis yang disebabkan oleh beberapa macam cacing bundar menyerupai benang dan larvanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Definisi Kaki Gajah (Filariasis)</strong></p>
<div id="attachment_54" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-54" href="http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah/attachment/elephantiasis"><img class="size-thumbnail wp-image-54" title="Kaki Gajah " src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/11/elephantiasis-150x150.jpg" alt="Kaki Gajah " width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Kaki Gajah </p></div>
<p>Filariasis (kaki gajah) adalah nama sekelompok penyakit tropis yang disebabkan oleh beberapa macam cacing bundar menyerupai benang (Nematoda) dan larvanya. Larva menularkan penyakit tersebut ke manusia melalui gigitan nyamuk. Filariasis (kaki gajah) ditandai dengan demam, menggigil, sakit kepala dan lesi kulit pada tahap awalnya, jika tidak diobati, dapat berkembang membentuk pembesaran nyata pada tungkai dan alat kelamin. Kondisi inilah yang disebut juga dengan kaki gajah (Elephantiasis).</p>
<p><strong>Deskripsi Penyakit</strong></p>
<p>Lebih kurang 170 juta orang di daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara, Amerika Selatan, Afrika dan Kepulauan Pasifik terjangkit penyakit parasit yang menimbulkan kecacatan ini. Walaupun filariasis jarang menyebabkan kematian, namun adalah penyebab utama kedua penyebab kecatatan permanen dan jangka panjang di dunia. WHO telah menyatakan bahwa Filariasis (kaki gajah) sebagai salah satu dari enam penyakit infeksi yang potensial untuk dieradikasi dan WHO telah memulai program 20 tahun untuk mengeradikasi penyakit ini.</p>
<p>Dalam semua kasus, seekor nyamuk mula-mula menggigit seorang individu yang terjangkit lalu menggigit individu lain yang belum terjangkit, memindahkan beberapa larva cacing kepada individu yang baru. Saat berada di dalam tubuh, larva bermigrasi ke bagian tubuh tertentu dan tumbuh menjadi cacing dewasa. Filariasis (kaki gajah) digolongkan menjadi tiga jenis yang berbeda berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi. Klasifikasi tersebut adalah Limfatik Filariasis yang mempengaruhi sistem sirkulasi yang memindahkan cairan jaringan dan sel imun (sistem limfatik), Filariasis Subkutan menginfeksi area di bawah kulit dan bagian putih dari bola mata, Filariasis Rongga Serosa menginfeksi rongga tubuh namun tidak menyebabkan penyakit. Beberapa jenis cacing yang berbada bertanggung jawab untuk setiap jenis Filariasis, namun spesies yang paling sering adalah Wucheria Bancrofti, Brugia Malayi (Filariasis Limfatik), Onchocerca Voulvulus, Loa loa, Mansonella Streptocerca, Dracunculus Medinensis (Filariasis Subkutan), Mansonella Pustans dan Mansonella Ozzardi (Filariasis Rongga Serosa).</p>
<p>Dua tipe yang paling sering dari penyakit ini adalah Filariasis dari cacing Bancrofti dan Malayan yang menyebabkan Filariasis Limfatik. Varietas Bancrofti ini ditemukan di seluruh Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan area tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Karibia. Malayan hanya ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-55" href="http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah/attachment/lymphatic-filariasis"><img class="size-thumbnail wp-image-55" title="Cacing Filariasis" src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/11/lymphatic-filariasis-150x146.jpg" alt="Cacing Filariasis" width="150" height="146" /></a><p class="wp-caption-text">Cacing Filariasis</p></div>
<p>Larva tumbuh menjadi cacing dewasa dalam enambulan sampai satu tahun dan dapat hidup antara empat dan enam tahun. Tiap cacing betina dapat memproduksi jutaan larva, dan larva-larva tersebut hanya muncul di dalam aliran darah saat malam hari, ketika mereka mungkin ditransmisikan, melalui gigitan serangga kepada individu lain. Sebuah gigitan tunggal biasanya tidak cukup untuk menimbulkan infeksi, sehingga pelancong jangka pendek biasanya aman. Gigitan berulang secara serial dalam periode tertentu diperlukan untuk menyebabkan suatu infeksi Sebagai akibatnya, individu yang terkena tersebut adalah yang biasa aktif di luar rumah pada malam hari dan mereka-mereka yang menghabiskan waktu yang banyak di area hutan pedalaman.</p>
<p>Diterjemahkan dari  Gale Encyclopedia of Medicine (Carol A. Turkington) oleh dr. Dody Pratama Masri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Menteri Kesehatan Indonesia (Dr.dr.Endang Rahayu Sedyaningsih.MPH)</title>
		<link>http://duniakedokteran.com/umum/profil-menteri-kesehatan-indonesia-dr-dr-endang-rahayu-sedyaningsih-mph</link>
		<comments>http://duniakedokteran.com/umum/profil-menteri-kesehatan-indonesia-dr-dr-endang-rahayu-sedyaningsih-mph#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 15:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dody</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[departemen kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>
		<category><![CDATA[endang]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakedokteran.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Profil Menteri Kesehatan Indonesia Dr.dr.Endang Rahayu Sedyaningsih.MPH]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita berdarah Banyumas, Jawa Tengah, ini lahir di Jakarta pada 1 Februari 1955. Jabatan terakhir adalah peneliti di bagian Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan. Suami dari, Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM Direktur RSUD Tangerang ini memulai karirnya setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada Februari 1979. Ibu dari dua putra dan satu putri ini kemudian melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun 1992. Program doktor dia ambil di bidang dan kampus yang sama dan lulus pada 1997 Endang pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedik dan Farmasi dan Pengembangan Program sejak 2007 Depkes RI.</p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-43" href="http://duniakedokteran.com/umum/profil-menteri-kesehatan-indonesia-dr-dr-endang-rahayu-sedyaningsih-mph/attachment/menkes-2"><img class="size-thumbnail wp-image-43" title="Menteri Kesehatan" src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/11/Menkes1-150x150.jpg" alt="Menteri Kesehatan" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Menteri Kesehatan</p></div>
<p>Nama ibu berkacamata ini menjadi kontroversi terkait proyek Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2). Perjalanan karir Endang di Dinas Kesehatan cukup panjang. Selepas kuliah di FKUI, Endang sempat bekerja di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, pada 1979-1980. Kemudian, pada 1980-1983, Endang berangkat ke Nusa Tenggara Timur. Di lokasi ini, Endang menjabat Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Waipare, NTT. Lalu, dia berlanjut tugas kembali ke Jakarta. Endang dipercaya bertugas di Dinas Kesehatan Propinsi DKI pada 1983-1997. Tidak hanya di level lokal dan Tanah Air, karir Endang juga terbilang gemilang di kancah dunia.</p>
<p>Di Badan Kesehatan Dunia (WHO), Endang memegang peran penting. Dia menjabat penasihat teknis pada Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons di Geneva, Swiss, tahun 1997-2006.<br />
Karir Endang terus moncer, hingga menjadi koordinator riset Avian Influensa tahun 2006. Kini, Endang menjabat Direktur Pusat Riset dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Departemen Kesehatan sejak Februari 2007, sebelum akhirnya diangkat menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</p>
<p>Pengangkatan dirinya sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sungguh tidak terduga. Akan tetapi, Endang Rahayu tetap berkomitmen dalam menjalankan jabatan sebagai Menteri Kesehatan dengan sebaik-baiknya meskipun terkesan sebagai &#8221;pemain cadangan&#8221; menggantikan posisi Nila Juwita Moeloek yang tidak lolos fit and proper test.</p>
<p>Seperti dikutip surat kabar Media Indonesia, pemegang gelar doktor dari Harvard School of Public Health ini menargetkan untuk memperpanjang harapan hidup masyarakat Indonesia melalui reformasi kesehatan. Endang mengakui, untuk merealisasikan hal tersebut pasti akan ada banyak tantangan. Meskipun demikian, ia optimistis bisa melakukannya. &#8221;Bagi saya ini masa transisi yang mesti saya konsolidasikan dulu,&#8221; katanya.</p>
<p>Endang Rahayu muncul di Cikeas pada hari terakhir. Pada saat itu, ia sedang memberikan seminar di Hotel Horison, Bekasi, ketika tiba-tiba dikontak oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Setelah menerima telepon tersebut, ibu tiga orang anak itu langsung meluncur ke Cikeas untuk &#8216;wawancara&#8217; di hadapan Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.</p>
<p><strong>Pernah Diskors</strong><br />
Sepak terjang Endang di bidang kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Perjalanan kariernya dimulai dengan menjadi dokter di RS Pertamina Jakarta, pada 1979. Setelah itu, perempuan kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955, ini menjadi kepala puskesmas di Waipare, Nusa Tenggara Timur, sebelum kembali ke Jakarta dan bekerja untuk Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p>Karier istri Dr. Renny Mamahit, SpOG, MM ini terus menanjak hingga ia berhasil menjadi penasihat teknik bidang penyakit menular di Kantor Pusat WHO di Jenewa, Swiss pada 2001, serta Koordinator Peneliti Program Flu Burung sejak 2006 hingga sekarang.</p>
<p>Sebelum dilantik secara resmi sebagai Menteri Kesehatan oleh Presiden Yudhoyono, Kamis (22/10), Endang sempat merasakan pengalaman pahit sewaktu menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Litbang Depkes, pada 2007 silam. Ketika itu, ia disingkirkan dan diturunkan jabatan menjadi peneliti oleh Menkes Siti Fadilah Supari yang kini digantikannya.</p>
<p>Penyebabnya, Endang memberikan 12 sampel virus flu burung kepada Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Kontrol Penyakit Amerika Serikat (USCDCP) di Atlanta, Amerika Serikat. Hal itu bertentangan dengan Siti Fadilah yang tidak mau memberikan sampel virus karena berpandangan hal itu hanya menguntungkan pihak asing. Atas tindakannya itu, Endang diskors karena dianggap berpihak kepada Amerika Serikat.</p>
<p>Jabatan:</p>
<p>* Peneliti Utama pada Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi, Badan Litbang Depkes, sampai 21 Oktober 2009<br />
* Kepala Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi, Badan Litbang Depkes, Februari 2007<br />
* Koordinator Peneliti Program Flu Burung 2006-sekarang<br />
* Penasihat teknik bidang penyakit menular di Kantor Pusat WHO-Jenewa, Juli-Desember 2001<br />
* Peneliti di STD-AIDS-RTI Pengembangan Program dan Riset Pengawasan Penyakit, 1997-2006<br />
* Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, 1983-1997<br />
* Kepala Puskesmas Waipare, NTT, 1980-1983<br />
* Dokter di RS Pertamina Jakarta, 1979-1980 (OL-08)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakedokteran.com/umum/profil-menteri-kesehatan-indonesia-dr-dr-endang-rahayu-sedyaningsih-mph/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
