<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DuniaKedokteran.com&#187; Penyakit Dalam</title>
	<atom:link href="http://duniakedokteran.com/category/penyakit-dalam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniakedokteran.com</link>
	<description>Informasi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 03:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Flu Babi (H1N1)</title>
		<link>http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1</link>
		<comments>http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 03:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dody</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[cdc]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[h1n1]]></category>
		<category><![CDATA[influenza]]></category>
		<category><![CDATA[pandemik]]></category>
		<category><![CDATA[swine flu]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakedokteran.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[H1N1 yang sering disebut flu babi adalah sebuah virus influenza baru yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apakah itu Flu Babi (H1N1)?</strong></p>
<p>H1N1 yang sering disebut flu babi adalah sebuah virus influenza baru yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Virus baru ini dideteksi pada manusia sekitar bulan April 2009. Virus ini menyebar dari orang ke orang di seluruh dunia, kemungkinan dengan cara yang sama dengan influenza musiman yang biasa terjangkit. Pada tanggal 11 Juni 2009, WHO memberi sinyal bahwa wabah pandemik H1N1 2009 telah berlangsung.</p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><strong><strong><a rel="attachment wp-att-64" href="http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1/attachment/h1n1_influenza_virus"><img class="size-thumbnail wp-image-64" title="Virus H1N1 Influenza " src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/12/H1N1_influenza_virus-150x150.jpg" alt="Virus H1N1 Influenza " width="150" height="150" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Virus H1N1 Influenza </p></div>
<p><strong>Kenapa H1N1 disebut dengan Flu Babi?</strong></p>
<p>Virus ini semulanya disebut sebagai &#8220;flu babi&#8221; karena percobaan laboratorium menunjukkan bahwa banyak dari gen dari virus baru ini sangat mirip dengan virus influenza yang biasa terjangkit pada babi di Amerika Utara. Namun penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa virus ini sangat berbeda dengan virus  yang normalnya beredar pada babi-babi di Amerika Utara tersebut. Virus ini ternyata hanya memiliki dua gen dari virus flu yang beredar pada babi-babi Amerika Utara dan juga memiliki ge yang mirip dengan gen burung (avian) serta gen manusia. Para peneliti menyebutnya sebagai virus &#8220;quadruple reassortant&#8221;.</p>
<p><strong>Apakah H1N1 menular?</strong></p>
<p>H1N1 menular dan menyebar dari manusia ke manusia.</p>
<p><strong>Bagaimana H1N1 menyebar?</strong></p>
<p>Penyebaran virus H1N1 diperkirakan berlangsng dengan cara yang sama dengan virus flu musiman biasa. Virus flu disebarkan melalui batuk dan bersin oleh penderita influenza. Kadangkala orang dapat terinfeksi dengan menyentuh sesuatu (seperti permukaan atau benda-benda) yang mempunyai virus flu yang menempel lalu menyentuh hidung atau mulutnya sendiri.</p>
<p><strong>Apakah penderita dapat terkena H1N1 lebih dari satu kali?</strong></p>
<p>Apabila terinfeksi dengan virus influenza jenis apapun, akan menyebabkan tubuh anda mengembangkan resistensi imun (kekebalan) terhadap virus tersebut sehingga tidak menyebabkan seseorang terinfeksi dengan virus influenza identik lebih dari satu kali. Namun, seseorang dengan sistem imun yang lemah dapat saja tidak mampu mengembangkan resistensi imun yang lengkap terhadap virus sehingga dapat terinfeksi virus influenza jenis yang sama lebih dari satu kali. Juga memungkinkan bahwa seseorang dapat meiliki hasil tes positif terhadap infeksi flu lebih dari sekali dalam suatu musim influenza. Hal ini dapat terjadi karena:</p>
<p>1. Seseorang terinfeksi dengan virus influenza yang berbeda, contohnya pertama kali dengan H1N1 dan kedua kali dengan virus influenza musiman biasa. Sebagian besar tes yang dilakukan dengan cepat (rapid testing) tidak dapat membedakan virus influenza yang mana yang bertanggung jawab menimbulkan penyakit.</p>
<p>2. Tes influenza kadangkala dapat memberikan hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga mungkin saja salah satu hasil tes adalah keliru. Hal ini lebih mungkin terjadi apabila diagnosis dibuat dengan tes flu yang cepat (rapid).</p>
<p><strong>Apakah tanda dan gejala dari virus pada manusia?</strong></p>
<p>Gejala virus H1N1 pada manusia seperti gejala influenza biasa termasuk demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung meler, nyeri pada seluruh tubuh, nyeri kepala, menggigil dan kelelahan. Beberapa orang dapat menderita muntah dan diare. Orang-orang juga dapat terinfeksi dengan gejala pernafasan tanpa adanya demam. Penyakit yang berat dan kematian juga dapat terjadi sebagai hasil dari penyakit akibat virus ini.</p>
<p><strong>Seberapa parahkah penyakit yang berkaitan dengan virus H1N1 ini?</strong></p>
<p>Penyakit akibat virus ini dapat berkisar pada gejala ringan sampai berat. Walaupun sebagian besar penderita dapat pulih tanpa perlunya penanganan medis, namun perawatan dan kematian akibat infeksi virus ini juga dapat terjadi.</p>
<p>Pada flu musiman, beberapa orang beresiko tinggi terhadap komplikasi yang serius. Kelompok orang ini adalah orang berusia 65 tahun atau lebih tua, anak-anak di bawah umur 5 tahun , wanita hamil dan orang-orang dengan kondisi medis yang kronis. Sebanyak 70% dari orang-orang yang dirawat akibat virus H1N1 ini telah memiliki satu atau lebih kondisi medis sebelumnya yang menyebabkan mereka termasuk kelompok resiko tinggi komplikasi. Hal ini termasuk kehamilan, diabetes, penyakit jantung, asma dan penyakit ginjal.</p>
<p><strong>Berapa lama seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virusnya kepadao rang lain?</strong></p>
<p>Sesorang yang trinfeksi dapat menularkan kepada orang lain mulai dari 1 hari sebelum timbul gejala penyakit sampai 5-7 hari setelahnya. Hal ini dapat menjadi lebih lama pada beberapa orang, terutama anak-anak dan orang dengan sistem imun yang lemah dan juga orang-orang yang terinfeksi virus H1N1 jenis baru.</p>
<p><strong>Apa yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri dari penyakit ini?</strong></p>
<p>Vaksin flu adalah salah satu upaya penting menghindari infeksi virus ini. Terdapat pula kebiasaan harian yang dapat membantu anda menghindari penularan.</p>
<ul>
<li>Tutup hidung dan mulut anda dengan tisu saat batuk atau bersin. Buang tisu ke tong sampah setelah anda menggunakannya.</li>
<li>Cuci tangan anda dengan sabun dan air sesering mungkin. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang berbasis alkohol.</li>
<li>Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Kuman mudah menyebar dengan cara ini.</li>
<li>Upayakan menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit.</li>
<li>Apabila anda menderita penyakit yang menyerupai flu, direkomdasikan bahwa anda menetap di rumah paling tidak selama 24 jam setelah demamnya hilang kecuali untuk memperoleh bantuan medis ataupun keperluan mendesak lainnya. Demam anda akan hilang tanpa penggunaan obat penurun panas. Jauhi orang lain sebaik mungkin untuk mencegah mereka terkena penyakit.</li>
</ul>
<p><strong>Berapa lama virus influenza dapat hidup di benda-benda (seperti buku atau benda lain)?</strong></p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa virus hidup sampai dengan 2 hingga 8 jam setelah menempel di permukaan suatu benda.</p>
<p><strong>Apa yang dapat membunuh virus influenza?</strong></p>
<p>Virus H1N1 dihancurkan oleh panas (75-100 Celcius). Beberapa pembunuh kuman seperti Klorin, Hidrogen Peroksida, deterjen (sabun), antiseptik berbasis Yodium dan alkohol adalah efektif melawan virus influenza manusia jika digunakan dalam konsentrasi yang cukup dan dalam waktu yang cukup.</p>
<p>(Disadur dari <a title="http://www.cdc.gov" href="http://www.cdc.gov" target="_blank">Centers of Disease Control and Prevention</a>)</p>
<p>DuniaKedokteran.com</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakedokteran.com/umum/flu-babi-h1n1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filariasis (Kaki Gajah)</title>
		<link>http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah</link>
		<comments>http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 03:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dody</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cacing]]></category>
		<category><![CDATA[filariasis]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kaki gajah]]></category>
		<category><![CDATA[parasit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniakedokteran.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Filariasis (kaki gajah) adalah nama sekelompok penyakit tropis yang disebabkan oleh beberapa macam cacing bundar menyerupai benang dan larvanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Definisi Kaki Gajah (Filariasis)</strong></p>
<div id="attachment_54" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-54" href="http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah/attachment/elephantiasis"><img class="size-thumbnail wp-image-54" title="Kaki Gajah " src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/11/elephantiasis-150x150.jpg" alt="Kaki Gajah " width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Kaki Gajah </p></div>
<p>Filariasis (kaki gajah) adalah nama sekelompok penyakit tropis yang disebabkan oleh beberapa macam cacing bundar menyerupai benang (Nematoda) dan larvanya. Larva menularkan penyakit tersebut ke manusia melalui gigitan nyamuk. Filariasis (kaki gajah) ditandai dengan demam, menggigil, sakit kepala dan lesi kulit pada tahap awalnya, jika tidak diobati, dapat berkembang membentuk pembesaran nyata pada tungkai dan alat kelamin. Kondisi inilah yang disebut juga dengan kaki gajah (Elephantiasis).</p>
<p><strong>Deskripsi Penyakit</strong></p>
<p>Lebih kurang 170 juta orang di daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara, Amerika Selatan, Afrika dan Kepulauan Pasifik terjangkit penyakit parasit yang menimbulkan kecacatan ini. Walaupun filariasis jarang menyebabkan kematian, namun adalah penyebab utama kedua penyebab kecatatan permanen dan jangka panjang di dunia. WHO telah menyatakan bahwa Filariasis (kaki gajah) sebagai salah satu dari enam penyakit infeksi yang potensial untuk dieradikasi dan WHO telah memulai program 20 tahun untuk mengeradikasi penyakit ini.</p>
<p>Dalam semua kasus, seekor nyamuk mula-mula menggigit seorang individu yang terjangkit lalu menggigit individu lain yang belum terjangkit, memindahkan beberapa larva cacing kepada individu yang baru. Saat berada di dalam tubuh, larva bermigrasi ke bagian tubuh tertentu dan tumbuh menjadi cacing dewasa. Filariasis (kaki gajah) digolongkan menjadi tiga jenis yang berbeda berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi. Klasifikasi tersebut adalah Limfatik Filariasis yang mempengaruhi sistem sirkulasi yang memindahkan cairan jaringan dan sel imun (sistem limfatik), Filariasis Subkutan menginfeksi area di bawah kulit dan bagian putih dari bola mata, Filariasis Rongga Serosa menginfeksi rongga tubuh namun tidak menyebabkan penyakit. Beberapa jenis cacing yang berbada bertanggung jawab untuk setiap jenis Filariasis, namun spesies yang paling sering adalah Wucheria Bancrofti, Brugia Malayi (Filariasis Limfatik), Onchocerca Voulvulus, Loa loa, Mansonella Streptocerca, Dracunculus Medinensis (Filariasis Subkutan), Mansonella Pustans dan Mansonella Ozzardi (Filariasis Rongga Serosa).</p>
<p>Dua tipe yang paling sering dari penyakit ini adalah Filariasis dari cacing Bancrofti dan Malayan yang menyebabkan Filariasis Limfatik. Varietas Bancrofti ini ditemukan di seluruh Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan area tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Karibia. Malayan hanya ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-55" href="http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah/attachment/lymphatic-filariasis"><img class="size-thumbnail wp-image-55" title="Cacing Filariasis" src="http://duniakedokteran.com/wp-content/uploads/2009/11/lymphatic-filariasis-150x146.jpg" alt="Cacing Filariasis" width="150" height="146" /></a><p class="wp-caption-text">Cacing Filariasis</p></div>
<p>Larva tumbuh menjadi cacing dewasa dalam enambulan sampai satu tahun dan dapat hidup antara empat dan enam tahun. Tiap cacing betina dapat memproduksi jutaan larva, dan larva-larva tersebut hanya muncul di dalam aliran darah saat malam hari, ketika mereka mungkin ditransmisikan, melalui gigitan serangga kepada individu lain. Sebuah gigitan tunggal biasanya tidak cukup untuk menimbulkan infeksi, sehingga pelancong jangka pendek biasanya aman. Gigitan berulang secara serial dalam periode tertentu diperlukan untuk menyebabkan suatu infeksi Sebagai akibatnya, individu yang terkena tersebut adalah yang biasa aktif di luar rumah pada malam hari dan mereka-mereka yang menghabiskan waktu yang banyak di area hutan pedalaman.</p>
<p>Diterjemahkan dari  Gale Encyclopedia of Medicine (Carol A. Turkington) oleh dr. Dody Pratama Masri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniakedokteran.com/umum/filariasis-kaki-gajah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
